Tag

, ,

Tahun 2005 ketika Bunda resign dari pekerjaan Bunda di TEAC, Batam, masih menyisakan JHT dari Jamsostek. Tapi karena Bunda kerja disana cuma 1 tahun 3 bulan, jadi belum bisa dicairkan. Syarat pencairan JHT sudah menjadi anggota Jamsostek minimal selama 5 Tahun (bisa dilihat dikartu Jamsostek tanggal mulai jadi peserta Jamsostek).

Dulu tahun 2006 ngurusin Jamsostek Ayah agak ribet. Alasannya, “ada perbedaan saldo, harus transfer dulu dari Batam ke Jakarta.” pokoknya ribet dan harus beberapa kali datang. Awal tahun 2000an juga Bapak punya pengalaman buruk dengan Jamsosteknya. Dimana Bapak mengalami kecelakaan dan jaminannya bisa keluar, tapi orang Jamsosteknya “menawarkan” mengurus tapi harus kasih oknum itu 10%. Kalau pun bapak ngurus sendiri, ribet dan dipersulit. Akhirnya uang itu direlakan saja karena Bapak ga ikhlas banget diperes begitu 😛

Tahun 2013 ini dapat kabar kalo Jamsostek sudah mempermudah birokrasinya. Jadi deh Bunda mau mencoba mencairkan dana JHT. Tanggal 1 Februari kita ke Jamsostek Menara Mulia. Dokumen yang harus dibawa :

  • Kartu Jamsostek Asli
  • Kartu Keluarga Asli dan 1 lembar fotokopi
  • KTP Asli dan 1 lembar fotokopi
  • Surat Berhenti Kerja dari Perusahaan Asli dan 1 lembar fotokopi
  • Mengisi Form yang ada di kantor Jamsostek

Kalau sudah lengkap, tinggal ambil nomer antrian dan tunggu dipanggil. Kalau sudah memenuhi syarat, kita akan difoto dan diberi lembar pengambilan uangnya. Uangnya bisa diambil 7 hari kerja, tapi kalau sebelum itu sudah bisa diambil, akan ditelepon.  Waktu itu dijanjikan tanggal 12 Feb, tapi ternyata tanggal 6 Februari sudah bisa diambil.

Kondisi lain :

  • Kalau tidak punya surat berhenti kerja, bisa membuat surat pernyataan diatas materai 6000 yang menyatakan saya sudah tidak bekerja lagi. (Formnya ada juga disana)
  • Kalau mau uangnya ditransfer ke rekening pribadi, sertakan buku tabungan asli dan satu lembar fotokopi saat pengajuan. Harus rekening atas nama sendiri, tidak bisa punya suami/ istri dari yang bersangkutan.
  • Kalau kartu Jamsostek Hilang, asal kita tahu nomer kepesertaan itu, bisa kita buat surat kehilangan di kantor polisi.

Semoga perubahan birokrasi ini bisa juga terjadi diseluruh instansi pemerintahan yang tugasnya melayani. AAMIIN 🙂

Jadi deh tanggal 7 Februari Bunda, Nini, Kalila Kaysan ngambil dana JHT sisa TEAC dulu. Kebetulan di tanggal itu Bunda juga ulang tahun heehee…Hadiah Ulang Tahun yang tak terduga.

 

Iklan