Tag

, , , ,

Setelah makan siang kita memutuskan naik taksi ke Hushan Chang Cheng bahasa inggrisnya Tiger Mountain Great Wall. Ternyata lumayan jauh letaknya. Argo taksi kita sampai 36 yuan, padahal mulainya cuma 5 yuan.

Ditemani hujan kita menyusuri Great Wall ini. Kalila senang sekali, karena dia pengen melihat dan manjat Great Wall, Alhamdulillah kesampean. Kebayang kalau ke Beijing, udah mahal ongkos, penuh orang pula pyuhh.

Kaysan senang sekali bermain kubangan air. Sepatu, kaus kaki, longjohn dan celananya sampai basah semua. Kalila tidak mau lepas pegangan tangannya. Kalau tidak pegang tangan Bunda, pegang tangan Tante Linda.

Kita kesini pas musim gugur juga, jadi sudah banyak daun-daun menguning yang jatuh dan dijadikan mainan oleh Kalila dan Kaysan.

Belum sampai setengah jalan kita sudah kembali, karena jalannya semakin terjal menanjak plus licin karena hujan. Ayah sempat naik lebih jauh dari kita, tapi segera kembali karena licin dan gemeteran kakinya melihat ketinggian dan kecuraman tangganya.

Pulang dari Great Wall ini kita tidak tahu harus naik apa. Alhamdulillah petugas diloketnya ada yang bisa bahasa inggris dan memberi tahu bahwa bus hijau didepan kita sampai ke Dandong. Bus nya cuma bayar 3 yuan saja per orang.

Setelah kita rasa sampai tengah kota dan bertanya sama penumpang didepan kita, turunlah kita di 2 wei lu. Bermodalkan peta mencari restoran Halal. Eh..malah ketemu hotel. Akhirnya bertanya sama resepsionis dimana ada restoran Halal. Dia menuliskan hanzinya dan naik taksi deh kita kesana. Ternyataaa..deket bangat sama hotel 😀 😀

Restorannya sepii..kita sibuk pesan sup, dumpling dan sayur yang rasanya enak banget. Hampir mirip masakan di Indonesia. Dan tau ga kenapa restorannya sepi ?? Karena kita jam 4 sore udah makan malam :))

Selesai makan, kita dabao (take away) juga. Sampai hotel bersih-bersih, sholat, dan makan lagi sama Tante Linda dan Om Arno dikamar.

Habis itu bobo deh..siap-siap buat jalan jam 7 pagi esok hari.

Iklan