Tag

Beberapa bulan lalu Kalila sempet berniat jualan karena mau tabungannya banyak. Dia mau menjual hasil gambarnya yang dikertas.

Sebelum berjualan, Bunda tanya, “ini gambar apa?” pada tiap-tiap gambarnya. Dan ketika dia tidak bisa jawab dalam bahasa cina jadi dia tidak jadi jualan. Sebenarnya Bundanya juga malu sih..mau nganterin dia jualan kertas berisi hasil abstraknya dengan cat air. *Bunda deh :P*

Akhirnya tiga hari lalu, malam-malam dia bilang mau jualan kue. Akhirnya pagi-pagi kita bahas serius. Bunda bertekad harus mau mumpung Kalila lagi semangat dan tidak boleh malu πŸ˜€ πŸ˜€

Dia mau bikin brownies. Kita cek bahan-bahannya. Beli yang kurang dan langsung bikin. Kalila sudah mulai dari pukul 08.30-an. Lama sekali dia memecahkan 100 gr dark cooking chocolate nya. Sambil bekerja dia bilang, “ternyata susah juga ya bikin kue sendiri.”

Dia menimbang sendiri 100 gr terigu dan 100 gula. Kaysan paling suka mecahin telur. Jadi bagian telur berikan ke Kaysan.

Bunda membantu siapin air buat nge-tim coklat dan margarin n mixer-in gula dan telur “capek dan berat kalau kelamaan”, kata Kalila.

Sekitar pukul 11.00 selesai sudah Browniesnya. Membulatkan tekad dan berjalanlah kita ke kantor ayah.

Karena sedang libur Mid Autumn Festival, jadi area perkantoran agak sepi. Jarang orang yang lewat-lewat. Akhirnya Kalila menjajakan browniesnya. “wo zuo dan gao, ni yao ma ?” Bunda dan Kaysan mendampingi dibelakangnya.

Ada tiga orang yang bilang “bu yao, xie xie” sambil terus ngobrol sama temen-temennya.

Hiks..hiks..sedih juga sih ngeliat Kalila ditolak gitu. Saya kan ibunya yaaa..jadi maunya diperhatiin dikit kek anaknya gitu lho Mba πŸ™‚

Akhirnya Kalila bilang, “udah deh..aku ga mau jualan lagi”

Bunda telp ayah meminta bantuan kalau aja temennya mau beli…hehehe..(tapi kalila ga tau)

Ternyata pas kita kepintu depan kantor ayah ada Uncle Samuel mau makan siang. Dia beli dua, lalu muncul Uncle Shreekant dan Uncle Rocky yang masing-masing beli dua. Habis deh jualan kalila yang 6 buah itu….. (Uncle Samuel dan Uncle Rocky ternyata kebetulan, Uncle Shreekant yang emang “disuruh” ayah) hahaha…

Wajahnya langsung sumringah dan berlari-lari kecil pulangnya sambil bernyanyi-nyanyi.

Ketika sampai rumah kita membahas tentang jualan ini. Kata Kalila, “aku malu pas ngomong ke orang-orang aku jualan kue.” Kita jadi membahas tentang iklan, toko, online shop, dsb…

Semoga menjadi awal yang baik ya…

PS: Sampai hari ini sih belum ada niat jualan lagi dia πŸ˜‰

Iklan