Tag

, ,

Sore ini Uncle Anwar ngajakin kita BBQ di pantai Heishijiao. Dia akan datang bersama istri dan adiknya, Aunty Aisyah dan Aunty Amina. Mereka orang Kazakhstan yang pekan depan akan kembali kenegaranya karena kuliahnya sudah selesai. Tapi Uncle Anwar cerita tahun depan InsyaAllah mau balik ke Dalian ambil master.

Kita datang duluan di Heishijiao dan langsung menggelar tikar duduk dari Tante Heidi :).

Ternyata ketika Uncle Anwar datang dia mengajak kita pindah tempat ke tempat yang terpencil dengan melewati jalan licin berbatu-batu. Aduh..Bunda jadi khawatir pulangnya nih..

Uncle Anwar kesana dengan membawa panci berisi daging kambing berbumbu yang siap dibakar, air minum dalam botol besar, peralatan memanggang plus arangnya…pokoknya komplit. Istrinya, Aunty Aisyah yang lagi hamil 7.5 bulan juga membantu  membawa barang-barang.

Ternyata kita dibawa kesana karena Uncle Anwar tidak suka dilihatin orang-orang. Kita kan foreigner dengan wajah dan baju  yang tidak biasa..suka dilihatn n ditanya-tanya. Plus nanti Uncle Anwar mau sholat Magrib disana..jadi deh ribet kalau banyak orang ngeliatin, maka dipilihlah tempat itu.

Uncle Anwar dan ayah mulai membuat api dengan ranting-ranting pohon disekitar kita dan membakar arangnya. Lalu mendidihkan air. Semua itu dibuat dari alam. Penyangga pancinya dibuat dari batu bersusun-susun..pokoknya keren deh. Pengalaman baru buat Bunda dan Kalila Kaysan.

Tempatnya asyik sih sebenarnya..karena sepi, dan pemandangannya juga indah. Kekurangannya cuma track kesana nya aja yang ga children friendly. Akhirnya kita disana cuma sebentar. Makan sedikit dan pulang sebelum gelap. Kalila dan Kaysan yang tidak tidur siang juga sudah mulai rewel.

Akhirnya dengan menyesal dan minta maaf kita pulang duluan….btw, daging kambing bakarnya enak deh. Ayah aja yang ga doyan kambing bisa makan enak 😀

Iklan