Tag

Enam hari sebelum Papi meninggal, Aunty dan Nini sudah berencana untuk mengunjungi Kalila dan Kaysan di Dalian. Mereka sudah mengurus visa dan membeli tiket. Ketika visa selesai Hari Kamis, hari Jum’atnya Papi meninggal dunia.

Allah Maha Mengatur segalanya. Jadi ketika ayah pulang ke Jakarta selama sepekan, Bunda dan Kalila Kaysan ada yang menemani di Dalian.

Ketika Nini dan Aunty datang, Kalila ingin mengajak Aunty ke Playground di Yida. Lalu ingin piknik di Heishijiao, naik bus tingkat, melihat maze, dan main di museum biru. Sayangnya, Bunda gagal terus ketika harus registrasi di Museum Biru. Jadi museum yang tidak sempat kita kunjungi dalamnya. Kita hanya melihat bagian luar museum yang beratap biru dipinggir laut.

Buat Nini, musim panas di Dalian masih tetap dingin. Musim panas di Dalian, memang tidak sepanas Jakarta. Terkadang  berkabut dan dingin. Sepanas-panasnya paling 29. Itu juga kalau angin sudah bertiup jadi sejuk…..

Hari Pertama kita hanya berkeliling rumah. Kekantor ayah untuk bermain dihalamannya sambil minum Yoghurt. Hari Kedua baru kita piknik di Xinghai dan Aunty belanja di Heping Guangchang. Ketika di Xinghai Park, tumben ombaknya besar.

 

Selanjutnya ketika kita ingin naik bus tingkat dan jalan-jalan dihari terakhir, Nini tidak enak badan. Akhirnya Nini dan Kaysan dirumah, Kalila, Bunda dan Aunty jalan ke Heishijiao dan Laodong Gongyuan. Kita naik bus tingkat ke Laodong Gongyuannya. Hari itu udara dingin dan berkabut pagi harinya.

 

Waktu cepat sekali berlalu ketika Nini dan Aunty ada disini. Perpisahan sementara ini selalu menyisakan air mata. Semoga kita bisa pindah ke negara yang lebih dekat dan ada direct flight ya 😉

 

Iklan