Tag

,

Ketika kita jalan-jalan disekitar rumah bersama Ayi, kita melihat banyak sekali siput. Ada yang menempel dibatu, dibatang pohon sampai dicabang-cabang pohon yang tinggi. Siput yang kita lihat biasanya yang kecil dan berwarna coklat muda. Tapi hari ini ada satu siput yang berukuran lebih besar dan berwarna coklat tua agak kehitaman. Kita tidak mau mengambil siput lagi karena siput kecil itu seringnya jatuh entah dimana jika Kaysan ambil.

Sampai dirumah Bunda mau memasak sayur yang dibeli dipasar. Dan ternyata….ada siput yang menempel. Siput itu sudah 3 hari dikulkas, Bunda pikir dia sudah mati kedinginan. Tapi ketiga sama Ayi dihangatkan dengan tangannya, dia  mulai mengeluarkan lendir dan bergerak lagi. Siputnya itu jenisnya sama dengan siput besar yang coklat agak kehitaman.

Kalila langsung berkomentar, “Alhamdulillah ya Bund, tadi tuh pas diluar aku pengen banget ambil siputnya. Cuma karena kasihan takut mati jadi aku ga ambil, eh sama Allah dikasih sekarang disayuran Bunda.”

“Iya Kak, Allah mengatur ketika dipasar, banyak sayuran, eh Bunda pilih yang itu. Sudah dikulkas 3 hari, eh sama Allah dijaga biar masih hidup. Kalila jadi bisa mengamati deh :D.” Jawab Bunda. Bunda bersyukur Kalila sudah bisa mengerti kekuasaan Allah dan bersyukur karenanya.

Kalila dan Kaysan senang sekali. Mereka langsung membuat habitat Siput. Ember merah (bekas kecebong dulu) diberi air sedikit dan diberi sayuran tempat dia menempel. Ketika siputnya keluar dari cangkang dan berjalan-jalan mereka sangat serius mengamati.

Ketika siputnya berjalan ditepi ember, mereka ketakutan siputnya jatuh. Namun ketika siputnya bisa menempel ditepi bawah ember yang terbalik (seperti cicak jalan diplafond), Kalila bilang, “Oh iya ya..dia ga jatuh, kan bisa nempel.”

Ketika ayah pulang, kita jadi membahas siput. Kalila bercerita, “tadi diluar ada siput yang kecil sekali, ada yang lebih besar, dan ayah yang besar lagi.” Ayah tanya, “Jadi kalau badannya tambah besar, rumahnya jadi sempit dong Kak ? dia pindah rumah ?” Kalila jawab, “kayaknya iya deh yah..soalnya tadi aku lihat ada rumah-rumah siput yang kosong dan pecah.” Akhirnya Bunda browsing dan menemukan fakta, bahwa rumah siput ternyata juga tumbuh mengikuti pertumbuhan badannya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Land_snail

http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=how-are-seashells-created

Disini ada animated video pertumbuhan cangkang apple snail.

Bunda juga menemukan bahwa kebanyakan siput itu hermaprodite sama seperti cacing.

Malam hari ketika kita mau makan malam, Kalila bilang, “Ada poop siput…ada poop siput.” Dan ketika kita melihat siputnya, pas sekali dia sedang mengeluarkan poop dari bagian belakang badannya. Kaysan bilang, “haaa ?? siput poop ?” heehee…

Hari beranjak malam, siput juga masuk cangkang dan tidur…Selamat tidur siput. Berarti siput bukan nocturnal ya. Eh hewan yang aktif  siang hari namanya apa ya ? Ternyata Diurnal 😀 😀 *Bunda baru tahu dari sini*

Bunda suka mengamati dan mengetahui hal-hal baru tentang binatang dan benda hidup disekitar kita. Mungkin itu juga yang membuat Kalila dan Kaysan juga menyukai hal-hal didunia binatang dan teman-temannya.

Hari ini hari ketiga kita punya siput. Tiap pagi kerja kita mencari siput itu ada dimana. Dia suka sekali jalan-jalan kesana-kemari. Bunda khawatirnya terinjak. Jadi kalau siputnya belum ketemu ada dimana, kita harus cari sampai ketemu baru boleh main lari-larian 🙂

Iklan