Tag

Postingan ini cerita terakhir dari perkembangan Kecebong kita. Hanya dalam waktu sepekan sejak tulisan ini dibuat, kecebong kita telah bermetamorfosis menjadi katak. Setelah kaki-kakinya ada empat, ekornya memendek dengan cepat.

Kamis, 31 Mei 2012 pagi hari, tepat dihari Ulang tahun Kalila, satu kecebong telah menjadi katak. Ayah yang awalnya melihat kecebong kita sedang “megap-megap” karena dalam habitat kecebong kita beri banyak air. Setelah kita perhatikan, ternyata ekornya sudah tidak ada. akhirnya kita buat dua habitat. Satu untuk katak, air sangat sedikit dan ada batu karang untuk berjemur. Berdasarkan pengalaman ini, kita jadi tahu bahwa kecebong yang satu kapan saja siap menjadi katak. Jadi habitatnya pun ditambahkan batu karang yang besar agar ketika dia menjadi katak punya tempat berpijak.

Kalila dan Kaysan sangat senang. Kalila bilang “Yang ini (katak) sudah bernafas dengan paru-paru Bun, kalau kecebongnya masih pakai insang.”Sementara Kaysan sibuk berkata “qing wa” sambil nunjuk katak dan “ke dou” sambil nunjuk kecebong, berkali-kali. 😀 😀

Ohya, mereka juga tahu dari ayah, kalau sepertinya Katak kita satu jantan satu betina. Ayah bilang seperti itu berdasarkan pengalaman ayah dulu main katak ketika kecil. Betina biasanya badannya lebih besar dibanding yang jantan. Tadinya berniat diteruskan memelihara kataknya, tapi ternyata tidak sanggup. Kenapa ?

Karena….menjelang tidur kita melihat katak dan kecebong kita. Ternyata kecebongnya sudah menjadi katak juga. Dia sudah “duduk” A la Katak dibatu karang yang kita siapkan. Akhirnya habitat katak yang diperbesar. Kataknya yang betina lompatnya tinggi, jadi sebelum tidur kita cek berkali-kali takut keluar ember. Benar saja….Dia sudah ada di lantai kamar mandi dan meloncat kesana-kemari. Seperti biasa, pawang penangkap binatang adalah Kalila …hahaha..

Akhirnya khawatir mati terinjak atau hilang entah kemana, kita letakkan dalam toples kaca semalaman. Esok harinya kita berniat mengembalikan ka habitatnya.

Keesokan harinya cuaca berkabut dan hujan. Pas sekali untuk mengembalikan katak kehabitat aslinya. Akhirnya dengan jas hujan dan boots, Kalila dan Kaysan mengembalikan katak-katak itu kealam bebas. Ternyata ketika kita lepaskan kebatu hitam, kelihatan bahwa kataknya sudah berwarna kecoklatan gitu.

Selamat jalan katak-katak. Selamat makan serangga dan bertemu teman-teman lainnya 😉

Iklan