Yang pertama selalu istimewa ๐Ÿ™‚ Tadi malam adalah saat pertama Bunda, Kalila dan Kaysan merasakan salju turun dari langit. Dalam bayangan Bunda saat pertama melihat salju adalah ketika membuka jendela pagi hari dan melihat semua atap dipenuhi salju. Ternyata sangat berbeda..hahaha..

Ceritanya, tadi malam Kalila kegerahan. Maklum deh, tanpa heater saja Apartemen kita sudah gerah. Jadi ketika heater menyala, sudah minimum, tetap saja kegerahan. Akhirnya Kalila minta jendela dibuka saja. Ketika membuka jendela, Kalila dan ayah melihat ada kapas-kapas putih turun dari langit. Terlihat jelas karena restoran dibawah masih menyalakan lampunya. Kapasnya semakin lama semakin banyak. Ayah bilang itu salju. Langsung deh Bunda dan Adik yang sudah mau tidur loncat dan berlari kejendela.ย Tapi salju nya masih sedikit bercampur hujan. Bunda buzz Tante Linda yang langsung berniat keluar…..

Walaupun malam Kalila dan Kaysan tidur lebih malam, paginya Kalila bangun cepat karena ingin segera keluar. Tidak lama ayah berangkat, kita juga keluar dari Apartemen dan merasakan hujan salju. Anginnya juga besar, sampai Kalila tidak mau dilepas tangannya. Bunda sulit mengambil foto karena memakai sarung tangan. Ketika mencoba melepas sarung tangan langsung kaku jari-jari tangan. Supeeerrr dingin. Kita berjalan mengelilingi gedung Apartemen bolak-balik. Tetangga kita yang ketemu di Lobby bilang ” ไธ‹้›ชไบ†” dengan pandangan bingung. Mungkin maksudnya “udah salju nih, loe ngapain keluar, dingin tau !” hahaha..Tidak tahu dia kalau kita memang mencari salju karena di Indonesia tidak ada ๐Ÿ˜›

Alhamdulillah……

Salju pertama ini sangat lembut. Jatuh di pipi dan dibaju pun langsung meleleh. Karena salju turun, kita jadi seolah-olah bisa melihat angin. Kalila dan Kaysan berusaha menangkap salju yang turun dihadapan mereka.

Iklan