Tag

, , ,

Musim Dingin sudah secara resmi dimulai Selasa, 8 November. Heater dari pemerintah juga sudah bisa dinyalakan. Kita mulai beli-beli lagi perlengkapan tempur. Maklum deh, ini kan musim dingin pertama kita, jadi masih norak sama yang namanya perlengkapan musim dingin. Kalila membeli penutup telinga, Kaysan topi yang menutup seluruh kepala sampai dagu, dan boots untuk di salju. Kalau kata Tante Linda, nanti ada yang menjual masker lucu-lucu untuk anak-anak. Sekarang belum ada yang jual, padahal Kaysan kalau keluar rumah hidung sudah mulai meler dan berdarah bibirnya. Jadi tutup pakai scarf dulu deh sementara.

Ketika kita keluar kepasar, sarang laba-laba sudah tidak ada. “kok tidak ada laba-laba ?” Kita jadi mencari deh, kemana laba-laba itu pada pergi ? Ternyata Laba-laba itu sebagian mati dengan meninggalkan telur yang akan menetas dimusim semi sebagian lain bersembunyi di tempat yang hangat, seperti dalam bangunan atau tempat lain. http://greenforkutah.blogspot.com/2008/10/where-do-spiders-go-in-winter.html http://www.helium.com/items/1693869-spiders-in-winter

Kalila suka  membuat cerita di http://storyjumper.com. Karena tutorialnya berbahasa Inggris, tanpa dia sadari dia  membuat ceritanya dalam bahasa Inggris juga. Walaupun dengan ejaan yang masih banyak kelirunya.

Kalila ingin mencoba apa rasanya makan eskrim ketika musim dingin…hahaha. Sekarang kalau tukang air mineral baru mengantarkan galonan, mereka berebutan minum karena suka airnya dingin seperti baru dari kulkas.

Seperti biasa mereka selalu sibuk main tenda-tendaan, membuat terowongan, dan bermain loncat-loncatan.

Kalila sedang sangat suka memasak. Jadi Bunda selalu menyediakan bahan makanan yang mudah dimasak, seperti daging cincang yang sudah direbus dan dibulat-bulat, tahu, telur dan   sayur-sayuran. Dia sudah bisa membedakan menggoreng, merebus, dan menumis.

Kita keluar kepasar membeli sayur, buah dan chesnut mentah. Kita mau mengukus Chesnutnya dirumah. Kalila jadi tahu cara memasak dengan mengukus plus bermain membuka chesnut sama Adik. Dilempar, didudukin, digigit, akhirnya dipukul pakai ulekan deh biar mudah terbuka.

Dipasar Kalila dan Kaysan juga melihat Ayam hidup yang dijual. Ayamnya sedang makan biji-bijian. Kaysan berkata “da gong ji”, Kalila mau memegang ayamnya. Ketika tangannya hampir menyentuk ayam, tiba-tiba ayamnya poop. Kalila kaget dan tidak jadi memegang sambil berkata “Kok ayam bisa poop juga ya ?” hihihi..

Tante Linda dan Om Arno yang baru pulang dari Jepang membawa oleh-oleh kertas Origami. Waaa Kalila senang sekali. Langsung deh dibuat gelang, pita, kapal, keranjang, dan sebagainya. Bunda masih sayang-sayang memakainya, Kalila sudah lipat sana, gunting sini sesuai imajinasinya.

Kalila dan Kaysan juga memiliki pancingan baru dari ayah. Jadi mereka sangat suka bermain air sambil memacing ikan dalam rumah. Kaysan sih yang paling suka. Dari mulai celup tangan, celup kaki, sampai akhirnya semua badan masuk dalam ember bersama ikan 😀 😀

Mereka juga menemukan laba-laba diplafond rumah kita. Dari mulai satu hingga sekarang ada dua. Mereka pikir itu ibu dan anak laba-laba.

Akhir pekan kita sempat jalan ke restoran muslim dekat Laodong Gong Yuan. Kita mencoba naik bus rute baru, Naik 533. Lebih lama karena rutenya mutar-mutar, tapi lumayan karena Kalila dan Kaysan tertidur lebih lama. Mereka berdua tidur dengan nyenyak dalam bus sementara ayah dan Bunda lihat-lihat jalan baru. Ketika turun Kaysan langsung bilang “brokoli”. Karena ada tanaman yang mirip dengan brokoli…nanti kalau sudah ditransfer dari HP ayah diupload deh 🙂 Bunda kakinya kedinginan, akhirnya mencari Boots di Newmart, tetep saja belum ketemu. Karena susah mencari no kaki Bunda. Mungkin ada di tempat yang mahal, malas nanya karena lihat harganya saja sudah ga mau..heehee.. sepasang boots sekitar 1800-an (2,3juta-an). Sayang ahhh..mending pakai kaus kaki berlapis dan uangnya  buat beli yang lain wkwkwk..

Kita juga sudah tanda tangan perjanjian sewa rumah. Walau banyak jalan berliku dan keragu-raguan, akhirnya fixed juga. Semoga ini yang terbaik dan membawa keberkahan buat kita. Jadi rumah City one juga mulai dikosongkan. Barang-barang sudah sebagian pindah ke koper. Barang kita yang awalnya hanya 4 koper besar, sudah “beranak” menjadi 4 koper besar dan 6 tas besar.

Kegiatan ini semua dilakukan sambil berharap-harap menunggu salju yang akan turun. Berharap bangun tidur, membuka jendela dan melihat tumpukan salju. Seperti di bukunya Ezra Jack keats, The Snowy Day ^_^

Iklan