Sejak di Dalian ini kita tidak pernah membuat kue kering karena tidak ada oven. Bunda dapat info dari web Dalian Xpat kalau Euro-Bake mengadakan acara buat kue kering menyambut Halloween. Walau kita tidak merayakan Halloween, tapi sayang kalau melewatkan acara “fun baking” nya. Karena tempatnya kecil, kita butuh RSVP. Alhamdulillah dapat tempat untuk acara yang sore, pukul 14.30

Sempat terpikir juga sih itu jam tidur mereka. Bunda konfirmasi ke Kalila, dia sangat senang jadi masalah tidur siang pasti tidak akan jadi halangan buat dia. Untuk Kaysan, Bunda dan Ayah siapkan stroller jika dia tertidur (yang akhirnya kelupaan dibawa) haaahaaa..

Pukul 13.45 kita berangkat dan Kaysan tertidur di Taksi. Sampai di Laodong Gong yuan Kaysan bangun dan langsung segar melihat balon-balon. Kita berjalan ke Euro Bake yang memang terletak didalam Laodong Gong Yuan. Didalam Euro Bake ada dekorasi halloween, sarang laba-laba dan Labu orange. Kalila berkata “Ohh begini dekorasi halloween ? Aku pengen tahu pas lihat di Annie (brainpopjr)..eh sekarang ada beneran..” Alhamdulillah…Dia menyentuh laba-laba, labu, jaring laba-labanya dengan takjub 😀

Ada 5 keluarga yang hadir dengan masing-masing 2 anak. Kebayang deh berantakan dan riwuehnya tuh restoran kecil….

Euro-Bake menyediakan adonan vanilla dan coklat, kita pilih mau berapa banyak dan yang rasa apa adonannya. Kita tinggal menggiling, membentuk dan menghias saja. Kalila sangat suka menggiling-giling sampai tipis, lalu membentuk dengan cookie cutter aneka bentuk. Kaysan suka memberi hiasan pada kue yang telah Bunda bentuk dan memberi tepung pada meja dan bajunya hehehe..Ayah kebagian mengatur letak kue pada loyang panggangan plus foto-foto. Kita menghasilkan dua loyang besar kue kering.

Sambil menunggu kuenya matang, kita memesan satu loyang Veggie Pizza dan teh hangat. Kalila dan Kaysan makan oatmeal cookies.  Kalila masih amaze dengan laba-laba dan labu sementara Kaysan bereksplorasi dengan kamera.

Pelajaran mahal yang harus dibayar oleh Ayah dan Bunda dengan membiarkan Kaysan bereksplorasi dengan kamera adalah hilangnya semua foto dan video yang diambil ketika kita membuat kue. Kalila ternyata tidak sedih foto-fotonya hilang, karena dia sudah sangat bahagia membuat kue. Ayah dan Bunda malah yang sedih dan kesal..heehee..

Ayah dan Bunda harus tetap bisa membiarkan Kalila dan Kaysan bereksplorasi tanpa takut merasa salah. Itu kan yang sulit dilakukan ketika kita sudah dewasa.

PS: Alhamdulillah ayah sempat mengambil sedikit foto dengan kamera HP diakhir acara.

Iklan