Tag

Hari Rabu malam ayah pergi ke Beijing. Pulang Kamis malam. Jadi Rabu malam kita tidur bertiga di Dalian sementara Ayah tidur sendiri di kereta. Sebelum Ayah pergi Kalila mau menyimpan baju bekas ayah pakai untuk dipeluk ketika dia tidur.

Sebelum tidur Kalila menyibukkan diri dengan membuat snack Strawberry yang digulung kulit Jiaozi dan digoreng.

Malam itu kita tidur dibawah semua karena takut Kaysan jatuh. Kalila yang tidurnya tidak nyenyak. Berkali-kali bertanya, ayah sampai mana ? Pukul 04.30-an ayah menelpon dan bertanya, “keretaku mau berhenti, udah di Beijing belum ?” deeeengg..Udah dikasih jadwal kereta sebelum pergi juga..heehee, ternyata ayah ketiduran dan hilang orientasi 😀 😀 Ternyata masih di Tianjin, satu stasiun lagi baru Beijing.

Satu hari itu kita sibuk telepon-telepon ayah dan mengikuti perjalanan ayah di Beijing. Mulai turun kereta, cari jalan naik Subway, berjalan kaki mencari KBRI, mengisi formulir, mencari masjid, mencari restoran halal, semua Bunda dan Kalila pandu dari rumah dengan Google Map..seru deh ! Dan telp Bunda juga cuma habis 5 yuan-an lho buat telp ayah berkali-kali dan selama itu. Padahal kita pikir akan mahal karena beda kota. Kenapa di Indonesia mahal banget ya ? Si ayah juga jadi mau beli HP yang ada GPS nya wkwkwk…

Kalila jadi tertarik melihat peta. Dia mencoba melihat Shuma Guang Chang, lalu rumah Nini…Dia mencari rumah Tante Linda di Google Map, lalu kantor ayah..belum ngerti juga sih, tapi seru saja mencari tempat-tempat yang kita tahu di peta.

Ketika makan siang, Kaysan bertanya “Ayah mana ?” heehee. Karena kan biasanya Ayah pulang makan siang.

Sore hari ketika Bunda les, mereka yang biasanya ditemani ayah, ditemani Om Arno. Setelah selesai les, mereka kembali bertanya “Ayah mana ? Kok lama sih ?” Akhirnya pukul 21.30 mereka tidur. Pukul 22.35 ayah sampai di rumah. Pagi-pagi ketika Bunda dan Ayah sholat mereka langsung bangun dan memeluk ayah….^_^

Iklan