Tinggal di Luar Indonesia selain bikin kangen rasa makanan Indonesia juga kangen dengan kemudahan memperoleh makanan Halal.

Jadi terpikir juga selama di Dalian ini kita berhati-hati tapi ternyata tidak cukup. Terkadang direstoran suka nyelip hidangan yang ada ayamnya. Padahal ayamnya tidak ada sertfikat Halalnya. Beli es krim, mungkin saja gelatinnya mengandung babi. Eh..cari-cari, ada lho Es krim yang ada tanda Halal bahasa cina (清真)qing zhen.

Awalnya Bunda hanya berpikir, asal tidak mengandung babi. Tapi ternyata sapi dan ayam juga perlu yang Halal. Definisi Halal dari Wikipedia. Browse definisi halal dari Quran ada disini. Bunda sempat juga bertanya sama Bapak, “kok di Indonesia kita tidak pernah ribut-ribut sama daging import yang Halal ?” Bapak jawab, “Karena daging-daging import yang masuk Indonesia dikontrol MUI untuk kehalalannya. Bunda browse ada disini.

Kemarin ketika Ayah di Beijing, Bunda sempat browse restoran Halal di Beijing. Dan ada web yang menjelaskan apa saja yang tidak boleh dimakan sama Muslim. Mereka bilang “so many Taboo”. Jadi merasa tersindir sendri..”mereka saja peduli sama cara makan muslim, kok Bunda yang muslim tidak menjaga diri sendiri.”

Kalila juga jadi bertanya “Jadi ga boleh beli roti lagi ? snacknya apa ?” heehee..ayo semangat Kalila..kita beli oven dan bikin roti….:D 😀

Akhirnya Bunda dan Ayah bertekad…akan lebih berhati-hati dalam menjaga apa yang kita makan. Semoga dimudahkan Allah….

Iklan