Menurut info yang ayah dapatkan di Masjid Jum’at lalu, Sholat Ied akan berlangsung dari pukul 07.30 hingga pukul 09.30. Khawatir telat pukul 06.30 kita sudah jalan dari rumah. Naik Taksi bersama Om Dolly ke Beijing Jie. Sampai sana disambut suasana meriah. Ramai sekali. Banyak orang berjualan makanan, baju muslim, jilbab, aksesoris muslim, dan sebagainya. Ayah membeli peci cina seharga 10 Yuan saja πŸ™‚ Bunda sudah mempersiapkan tas tempur berisi papan gambar, buku cerita, nasi, roti dan minum plus snack. Karena Bunda dan Tante Linda tidak sholat jadi kita berniat menunggu dipelataran masjid. Ternyata sholatnya sampai kepelataran. Ada 3 lantai semua penuh. Tapi…perempuan tidak bisa sholat karena tidak cukup tempat untuk perempuan. Sedih deh mendengarnya…

Kalila dan Kaysan langsung akrab sama Tante Linda. Minta dibacakan buku, bernyanyi bersama sampai menggambar bersama..wkwkwk..sementara Bunda nya ngobrol dengan orang Indonesia yang ketemu di Masjid. Namanya Tante Ita, suaminya Om Ali kerja di Dalian juga tapi tinggalnya di daerah Kaifaqu. Jauh agak keluar kota. Sekitar pukul 09.00 an anak-anak sudah mulai rewel karena bosan dan sholat belum dimulai. Ujung-ujungnya kita baru tahu kalau sholat baru saja dimulai. Dan setelah sholat ada ceramah lagi hingga pukul 10.00-an. Selama menunggu ayah kita sempat jalan-jalan seputar masjid melihat orang-orang yang berjualan. Ada yang berjualan ayam mentah, ayam matang, sosis halal, mie kuah, nasi goreng, daging bbq, daging kambing masih segar digantung ditangga besi dan diletakkan ditrotoar. Sayangnya mereka muslim, tapi tidak sholat Ied.

Polisi menutup jalan didepan masjid sehingga orang berjualan bisa sampai ketengah jalan. Asyik Kalila dan Kaysan jalan-jalan juga tidak takut ada mobil.

Ditengah-tengah ceramah akhir ayah mengirim sms. Bunda aku ketemu dengan beberapa orang Indonesia dan aku undang mereka makan dirumah. Total ada 6 orang. GUBRAKKKK !!! 6 orang laki-laki plus 3 orang wanita, 2 anak-anak. Bunda cuma punya piring 6 biji, gelas 6 biji plus ga siap masak banyak, cuma rendang sedikittt Β πŸ˜›

Pulang dari masjid kita terbagi 3 taksi. Keluarga Dody plus Om Barkah, Om Dolly sama Tante Ita dan Om Ali plus Om Yoto . Sedangkan Tante Linda dan Om Arno pulang dulu untuk ambil tambahan makanan plus tambahan piring. Ketika sampai rumah kita ngemil moci cina dulu lalu makan nasi plus rendang saja. Ketika rendang hampir habis, datanglah Tante Linda datang membawa opor ayam dan sambel goreng daging-kentang yang super pedes…It saves our day banget deh πŸ˜€ Lauk cadangan adalah ayam jadi yang sudah kita beli didekat masjid πŸ˜€ πŸ˜€

Selesai makan, ngobrol sebentar lalu kita bubar karena Om Arno harus kerja, Om Barka ada kuliah, Om Yoto, Tante Ita dan Om Ali pulang karena rumahnya jauh. Walau sempat panik karena tidak punya piring dan takut lauk kurang..Alhamdulillah..akhirnya semua berlangsung menyenangkan. Sayang kurang Tante Ajeng. Dia tidak datang karena tidak tahu jalan dari Kaifaqu. Padahal baru tahu juga kalau ada Om Ali, Tante Ita dan Om Yoto yang dari Kaifaqu juga. Semoga lebaran Ajeng juga menyenangkan ya…

Psstt : Kalila dan Kaysan dapat angpau lho dari Tante Linda dan Om Arno..dalam dua mata uang lagi. Rupiah dan RMB. Kereeeen ! πŸ˜€

 

Iklan