Kemarin Bunda tidak sempat menulis kegiatan anak-anak. Alhamdulillah ada foto-foto yang sempat diambil sebagai pengingat kegiatan mereka.

Akhir-akhir ini kita tidak keluar rumah karena mulai sering hujan ditambah kemalasan Bunda 😛 Jadi kegiatan kita seputar rumah saja. Pagi-pagi  mereka main “gaya binatang”. Mereka merayap seperti ular, sambil menyebutkan binatang lain yang menurut mereka merayap. Terbang seperti Eagle, jalan seperti bebek. Kita membuat jelly bersama dan bermain tebak makanan. Bunda minta mereka menutup mata dan Bunda masukkan makanan kedalam mulut mereka. Mereka harus menebak apa yang mereka makan. Ada pisang, nasi, jeruk, anggur, ayam, dendeng ikan, ubi, teh, air putih. Seru..tapi kehabisan jenis makanan Bunda ketika mereka mau lagi dan lagi. Akhirnya ganti jadi dibaui bukan dimakan. Ada bawang putih, bawang merah, bawang bombay, seledri, belajar panca indera juga 🙂

Sore-sore mereka mengadakan “upacara minum teh” A la Kalila dan Kaysan. Mereka saling tuang ke gelas masing-masing dan sedikit-sedikit tuangnya. Minum sampai habis yang digelas lalu tuang lagi sampai teh yang ada di teko habis.

Kalila sempat sedih mau kerumah nini, sampai akhirnya dia mencoba “masuk” kedalam komputer. hehe..Ketika tidak bisa dia bilang “gapapa deh, tinggal satu musim lagi aku ke Indonesia kok”

Ketika Ayah dan Bunda sholat Magrib, Kalila mengambil video kita lagi sholat. Kaysan seperti biasa masih ikut-ikutan suka-suka dia. Yang membuat kagum. Ternyata Kaysan bisa mengikuti ayah membaca Al-fatihah. Bunda dan Ayah sadarnya juga ketika melihat rekaman video kakak. Kakak dan Adik hebat deh !

Tanggal 29 Agustus Bunda lagi mellow kali ya, melihat Nini dan keluarga dirumah siap-siap mau Lebaran, hiks..hiks…Kembali ke kegiatan Kalila dan Kaysan. Kaysan membuat pesawat dari crayon yang dibuat berjejer. Ternyata memerlukan kesabaran juga karena Kaysan sempat kesal dan berteriak-teriak pada pesawat ke-sekian akibat crayonnya terlalu pendek dan dia tidak bisa meletakkannya tepat ditengah. 😀 😀 Kalila membuat roller coaster dari kertas-kertas sisa pohon permennya yang sudah dimutilasi. Bunda tidak tahu mereka itu dapat ide dari mana karena saat itu Bunda lagi buntu dengan Pe-eR bahasa cina 😛

Sore-sore Kalila bermain matematika disini. Lumayan lho, dia biasanya tidak terlalu suka, kali ini jadi mau lagi dan lagi. Dia masih bermain penjumlahan range 1-10 tanpa timer. Malam-malam ketika Bunda les Kalila main helikopter bersama ayah sementara Kaysan setia dengan brainpop sambil makan man tou yang dikasih dari guru Bunda. Total malam itu Kaysan makan 3 man tou dan 2 telur A ala Cina (penampakan telur pindang, rasa asin karena direbus dengan teh)

 

Iklan