Kalila selalu bertanya “Ayah kerja ga sabtu dan minggu ?” Kalau libur pasti langsung ajak kesana-kesini ๐Ÿ˜€ Pagi-pagi Kalila dan Ayah sudah keluar untuk bermain kincir angin dan helikopter. Sayang ayah lupa mengambil gambar. Adik dan Bunda dirumah karena Adik baru bangun ๐Ÿ™‚

Siangnya kita ada janji bertemu dengan Mahasiswi yang mau menjadi tutor Bahasa Cina untuk Kalila dan Kaysan di MaiDangLao alias McDonald. Sayang, waktu kita belum match. Dia ada kelas tiap pagi mengajar anak 12 tahun dan kita memang mau nya setiap pagi juga, tapi dia akan berusaha mencarikan temannya yang bisa datang kerumah kita. Semoga segera dapat ya…

Dalam perjalanan ke McDonald kita sempat melewati sarang laba-laba besar yang biasa kita lihat. Ternyata hari itu Laba-laba nya mendapat makanan yang besar….Dia sedang makan capung. Sempat Bunda foto, walau blur :P. Kesimpulan kalila : Kalau laba-laba besar, sarangnyaย  besar dan makanannya besar juga”

Kaysan melihat Tonggeret mati dan ingin diam disana sampai lama sekali. Ketika pulang, tiba-tiba ada Tonggeret terbang dan tepat mendarat dilehernya lalu jatuh kepaving. Seketika itu dia menangis sambil bilang “Cicada, kaysan, neck, jatuh” ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Pulang dari sana Kalila dan ayah awalnya membuat craft topi, bunga, kapal, dsb. Lalu tiba-tiba Kalila teringat akan percobaan kita yang gagal, yaitu membuat kapal bergerak dengan air sabun. Idenya dari Rumah Sains Ilma. Kita pernah mencobanya tapi gagal (mungkin) karena Bunda tidak bisa membuat bentuk kapal yang baik..hahaha. Akhirnya Kalila mau mencoba lagi dengan kapal kertas buatan ayah. Tapiiii si ayah ternyata waktu kecil suka juga main seperti ini, tapi bukan dengan kertas dan air sabun, melainkan dengan potongan jas hujan dan sabun colek.

Akhirnya kita buat dua percobaan. Satu dengan balon (karena tidak ada jas hujan bekas) dan potongan sabun mandi, dan yang kedua dengan kapal kertas yang dilubangi dan diberi air sabun. Ternyata yang pertama bisa bergerak lebih cepat, sementara kapal kertas diam saja. Kata ayah hari ini coba lagi dengan karton dan sabun colek biar jalannya lebih cepat.

btw, Kalila dan Kaysan malah lebih senang mengamati airnya. Ada pantulan wajah mereka, lampu, dan ada riak-riak ketika mereka mecelupkan jari yang membuat wajah mereka “berubah” hihihi..

Iklan