Tag

Sabtu kemarin ayah masuk kantor, jadi Bunda tidak berharap banyak kita bisa ikut jalan-jalan sore sama Tante Linda, Om Arno, Om Dolly, dan Om David. Semua berkumpul pukul 5 di CityOne, pukul 16.48 ayah baru pulang. Langsung sholat dan kabur lagi. Bunda sudah membawa minum, nasi dan daging sapi plus nori. Daging sapi ditebalkan karena nanti ada lanjutan ceritanya 🙂

Kita naik bus 26 lalu berjalan kaki keatas bukit. Ketika di CityOne Tante Linda mengingatkan untuk membawa stroller, tapi karena kata Om David tidak sejauh ketika jalan di Binhai Road, jadi Bunda dan Ayah pikir ya sudahlah tidak usah bawa stroller. Alhamdulillah itu keputusan yang tepat karena jalur hikingnya adalah tangga-tangga yang banyak sekali, bagai tak berujung *lebay*. Sangat melelahkan buat Bunda karena tangganya sangat curam. Kalila jalan sendiri dengan sedikit mogok karena mau gandengan dengan Tante Linda, sementara Tante Lindanya pusing. Ayah sudah melesat duluan dengan Adik. Kita sempat berhenti beberapa kali untuk mengambil nafas dan foto-foto.

Sampai di puncaknya udara dingin karena angin bertiup kencang. Ada sekelompok orang yang sedang mengadakan acara digazebonya, jadi kita tidak bisa duduk-duduk disana. Kalila dan Kaysan sempat diberikan buah ceri oleh mereka. xie xie ^_^ Setelah kita puas mengamati pemandangan dari puncak bukit, mencari CityOne (Apartemen kita) dari atas sana lalu melihat laut, Kalila dan Kaysan makan sedikit bekal dan foto-foto *tetep* kita memutuskan untuk turun kembali melewati jalur yang sama. Turunnya sih lumayan cepat dan tidak terlalu melelahkan *ya iya lah..* 😀

Dari sana kita mau makan malam bersama, pilihannya BBQ atau restoran vegetarian. Akhirnya dipilihlah restoran vegetarian. Sambil menunggu pesanan kita datang, Kaysan yang sudah lapar Bunda suapin nasi dan daging bekal kita. Eh..yang punya restorannya melihat dan merasa kurang suka ada daging dalam restorannya, jadilah kita makan diam-diam. Bunda agak sebel juga sih..suka-suka dong..anak ku sudah kelaparan kok *mikir egoisnya kan gitu*. Tapi kata ayah, “ya iya dong Bun, sama saja seperti begini, sudah tau restoran muslim, kok makan daging babi disitu.” Oh..OK ayah masuk diakal..tapi tetap sebel..hahaha*ga mau kalah*. Begitu deh ceritanya, kenapa diawal daging sapi ditebalkan tulisannya…:)

Foto-foto hiking kita ada disini ya !

Iklan