Sebenarnya ini sudah cerita lalu harusnya karena jauh sebelum berangkat ke Dalian, Kaysan sudah bebas pampers sama sekali. Walau tidur pun dia akan bangun untuk pipis. Bahkan ketika dipesawat mau ke Dalian, dia tidak pipis di Pampers sama sekali, dan kekeuh mau ke toilet ketika mau pipis ditengah cuaca buruk :). Kemunduran berawal dari capek dan malasnya Bunda ketika Kaysan sakit pneumonia. Kasihan juga dia kedinginan, akhirnya dipampers, awalnya dia menolak tapi Bunda yakinkan tidak apa-apa ūüė¶

lalu mulai lagi ketika toilet di Cina kan bau dan jarang banget yang bersih, jadilah alasan lagi. Peristiwa terakhir adalah mati air di Apartemen. Pengumumannya mati dari pukul 20.00 hingga pukul 19.00 keesokan harinya. Panik kan Bunda..sudah cucian menumpuk dan matahari lagi irit sinarnya, jadi deh kembali ke pampers. Walau akhirnya mati air sebenarnya di lantai Bunda hanya 2 jam karena stock air untuk lantai 7 masih cukup banyak.

Sekarang Bunda lagi yang harus heboh “mentertibkan” pipis nya Kaysan. Bertekad tidak akan membeli pampers, berbekal¬†pampers cuci pakai 3 buah. Jadi dipakai hanya ketika tidur dan pergi.¬†Ketika pergi Bunda akan membawa¬†botol bekas untuk pipis (mengingat Bunda sendiri¬†tidak¬†tahan dengan baunya toilet disini). Diusahakan perginya juga tidak terlalu lama dalam masa latihan ini.

Semoga berhasil Kaysan dan Bunda..juga Ayah yang¬†bantuin¬†bersihin ompol ūüėČ

Iklan