Sepertinya sejak beberapa bulan belakangan ini, Kalila suka sekali mengomentari hal detil yang ada pada ilustrasi buku yang dia baca. Tentang Ekspresi wajah, keadaan sekitarnya, warna background dan lain-lain yang terkadang tidak terpikir juga oleh Bunda.

  • Ketika sedang membaca buku Nabi Ibrahim, dia bekata “Jenggotnya Nabi Ibrahim ini berubah lho Bun warnanya. Lihat deh pertamanya coklat tua terus berubah pas dia ngancurin berhala. Emang dia udah tua ya pas ngancurin berhala ?”
  • Kalila  mendapat dua buku dari Tante Era dan Alvin, satu tentang Nabi Ibrahim, satu tentang Abu Bakar Ash-Shidiq. Pertanyaannya “Kenapa sih kok kalau ada cerita nabi-nabi itu, orangnya jenggotnya banyak ?”
  • Buku Magic Porridge Pot, “Neneknya kok pakai tongkat dari pohon sih ? Sebenernya ada ga sih beneran tongkat dari pohon ?” atau mengomentari bubur yang membanjiri kota karena ibunya lupa magic words untuk menghentikan magic poridge pot, “Tadi kan gambarnya buburnya lengket, kok ini ibunya malah jatuh Bun ? kan harusnya nempel ?”
  • Chiken Licken, “Bunda, foxy loxy nya sudah ngikutin dari tadi, kok tidak ada yang lihat sih ?” *Bunda saja tidak lihat Nak 😀
  • Nigel’s Tootache, “kan nigel besar, senternya kekecilan, alat dokternya kekecilan, tapi kok kursi dokternya muat ?” hahaha…Nigel (a crocodile) pergi kedokter gigi. Semua peralatan dokter gigi kekecilan, sampai akhirnya dokternya pakai perlatan dimobilnya (tang, senter besar, palu, dsb) tapi kok kursi dokternya ga diganti ? :))
  • Belum pertanyaan seputar ilustrasi buku 99 nama-nama Allah…tiap halaman ada ilustrasi yang berisi orang-orang dengan wajah, ekspresi dan kegiatan yang berganti-ganti. Fiuhhh

Semoga Kaysan segera menyusul ya Dik, ramai suaranya…..

Iklan