Ketika di Indonesia dulu pernah niat ingin membuat tempe, tapi tidak jadi-jadi karena malas !!! hehehe

Akhirnya ketika di Cina dan ingin makan tempe mau tidak mau donk..usahaaaaaa…Berawal dari Tante Era yang datang ke Dalian membawakan tempe dalam ukuran besar dan langsung habis dalam sekali makan. Untung Tante Era kasih tempe sekalian ragi dan kedelainya, jadi bisa langsung dicoba. Browse sana-sini dan dapat deh caranya

Pertama rendam kedelai selama duapuluh empat jam. Ternyata kedelainya jadi bertambah besar lho, sampai ganti wadah. Jadi inget resep hamil dulu deh ^_*

Direndam Selama 24 Jam

 

Membesar Setelah Direndam

Setelah itu bagian paling heboh dan melelahkan..hehehe, mengupas kedelainya satu persatu. Dibantu Kalila kita mengupas satu persatu. Kalila malah asyik memainkan kulit kedelainya yang mengapung. “Aduh..kamu sedih ya mau berpisah dengan kulit kamu ? Nih, peluk cium dulu” begitu katanya pada kedelai…hahahaha

Setelah Dikupas, Masih Tersisa Sedikit Kulit Mengapungnya

Setelah proses pengupasan yang paling lama itu, kedelai yang sudah terlepas kulitnya direbus hingga empuk. Setelah empuk ditiriskan hingga hangat. Setelah hangat, masukkan ragi dan diaduk hingga rata.

Setelah Direbus Dan Diberi Ragi

Lalu masukkan dalam plastik yang telah dilubangi dengan tusuk sate dan ditutup hingga rapat. Letakkan ditutup handuk dalam suhu ruang 30 derajat celcius. Tunggu 2 hingga 3 hari dan Tempe siap diolah.

Tahap Akhir Dan Tunggu 3 Hari

Kita baru hari pertama, jadi belum tahu berhasil atau tidak. Doakan jadi ya…

Ohya, baca-baca diblog sana-sini katanya setelah direbus hingga empuk sampai proses terakhir, kedelai tidak boleh tersentuh oleh tangan. Karena takut tidak bersih mungkin. Kalila terus bertanya, gimana kalau cuci tangan dulu ? pakai sabun ? pakai air hangat ? boleh tidak ? Karena logika dia kalau sudah cuci tangan, kan tangan kita sudah boleh dipakai makan, pastinya sudah bersih dong, jadi tidak apa-apa memegang kedelainya. Sebenarnya kenapa ya ? Ada yang tahu tidak ? apakah karena panas tubuh kita jadi tidak boleh dipegang ?

Dan Hari Sabtu, 4 Juni 2011 Tempe kita pun jadi. Penampilan luar OK ! Begitu dibuka, dalamnya tidak menempel dan baunya menyengat. Dicoba digoreng rasanya Pahit :P. Setelah berkonsultasi dengan pakar membuat tempe dari Dalian (baca : Pak Erwin), ternyata Bunda mencampur raginya terlalu banyak dan diaduknya tidak  merata….

Menyerah ?? Tentu tidak ! Tunggu membuat tempe edisi selanjutnya ya….^_^

Iklan