Sedih sekali ketika Bunda melihat Kalila suka ngomel dengan “gaya Bunda” atau mengancam Adik ketika Adik tidak mau melakukan sesuatu yang Kalila ingin Adik melakukannya. Bunda tahu ini pasti kesalahan Bunda dan Ayah memberi contoh. Bunda berusaha berubah, semoga ayah juga ! Dan semakin merasa yakin ketika membaca jurnal ini

Ya, memang kadang walau nadanya baik, tapi tetap sebenarnya mengandung unsur “ancaman”. Tanpa Bunda sadari hal itu berlangsung terus menerus hingga akhirnya Kalila menirunya dengan sangat baik.

Solusi pertama tentu perubahan perilaku dari Ayah dan Bunda, It’s a MUST !!! Kedua, Bunda dan Kalila saling mengingatkan ketika kita mengeluarkan ancaman. Ketiga, tentu saja berusaha memberi penjelasan daripada memberikan ancaman.

Contoh sehari-hari :

Kalila seharusnya tidur siang, tapi dia belum mau tidur tapi rewel karena ngantuk. Bunda akan bilang “Ayo Kakak bobo, nanti kalau tidak sore-sore kita tidak bisa ke main ke Lobby” seharusnya ” Kakak bobo dulu sekarang, biar nanti bangunnya tidak terlalu sore dan masih sempat main ke Lobby”

Kaysan menonton TV dari dekat. Kalila minta dia mundur nontonnya, tapi Kaysan bilang tidak. Maka Kalila akan bilang “mundur Adik…kalau ga Kakak matiin ya ?” Seharusnya “Adik, jika menonton TV terlalu dekat akan membuat mata rusak, pindah ya ke  belakang”

Sedih banget deh kalau udah begini 😦

Iklan