Tag

Sekitar setahun lalu kita suka bermain celup-celupan botol mainan dan botol sampo ketika kita mandi. Ketika benda yang dicelupkan tenggelam, maka berarti bendanya berat. Jika mengapung berarti bendanya ringan. Mudah sekali.

Ternyata tadi pagi ketika anak-anak mengklik subject Science di BrainPop dan memilih “Sink and Float” baru terpikir oleh Kalila dan (Bunda *produk gagal sekolah,minim rasa ingin tahu*) kok kapal laut yang berat bisa mengapung ? Disana Annie mencoba mempraktekkannya dengan clay. Alhamdulillah waktunya pas sekali ketika kita  baru membeli Clay. Clay ketika dibentuk bulat seperti bola dan dicelupkan kedalam air dia akan tenggelam. Tapi ketika kita buat rongga didalamnya, dia akan mengapung.

Percobaan pertama : Clay bulat seperti bola. Tenggelam

Percobaab kedua : Clay dibuat seperti kapal tapi tanpa rongga.Tenggelam

Percobaan ketiga : Clay dibuat seperti kapal tapi rongga nya dangkal dan sempit. Tenggelam

Percobaan keempat : Clay dibuat seperti kapal tapi rongganya dibuat lebih dalam dan lebar. Mengapung

Kesimpulan saat ini…..Kalau kapal tidak tenggelam karena ada rongga yang besar dan luas didalam kapalnya.

Lalu Clay yang berbentuk kapal dan mengapung tadi, diisi oleh clay bulat kecil-kecil oleh Kalila. Bulat pertama masih mengapung, kedua juga. Bulatan ketiga kapalnya tenggelam. Kok bisa ? karena bebannya terlalu berat, Kalila mengisi terlalu banyak bulat-bulat Clay.

Akhirnya dia mencoba mengapungkan kapal yang sudah tenggelam tadi. Ternyata kapalnya pecah dibagian samping. Kok tidak bisa mengapung lagi Bun ? Karena kapalnya sudah tidak berongga lagi. Rongga yang seharusnya berisi udara jadi terisi air karena sisi kapalnya pecah dan air bisa masuk.

Dan setelah itu dia panik karena ternyata claynya rusak semua terkena air dan merusak moodnya untuk meneruskan.

Perhatian : Dalam percobaan ini Clay nya bisa jadi rusak dan larut dalam air jika tidak segera diangkat dan dikeringkan ! 🙂

Iklan