Tag

Sabtu ini Alhamdulillah udara lumayan hangat, berkisar 12 derajat celcius. Rencananya pagi ini kita mau main ke Xinghai Park. Kalila pernah melihat di foto ayah ketika sendirian di Cina, ada ferris wheel. Jadi tujuan utama kita kesana adalah main Ferris Wheel.

Kita naik bus 23 dari depan apartemen sampai depan Xinghai Park. Bayarnya hanya 1 yuan per orang.  Bunda bayar 4 yuan di mesinnya, eh ternyata dikembalikan sama supirnya katanya “Liang ge haizi, bu yao” maksudnya kira-kira “dua anak tidak perlu bayar”. Alhamdulillah….

Sampai sana kita turun di halte dan jalan sekitar 100 meter untuk masuk ke Xinghai Park. Gratis ! Jadi orang-orang pada bawa makanan dan minuman sendiri untuk piknik dipinggir pantai. Pertama kali mata kita tertuju pada sekumpulan orang-orang tua yang sedang belajar berdansa. Mereka berpasang-pasangan dan melakukan slow dance. Setelah itu Kalila langsung terpaku dengan mainan bounce yang berwarna-warni. Bayar 10 yuan per anak. Kaysan ingin juga, akhirnya Bunda bayar 2 anak. Eh, baru masuk udah minta selesai…rugi deh Bunda ;-P

Puas main ditempat bounce, Kalila mau main dipinggir pantai. Pantainya berbatu bukan pasir. Yang agak jauh dari laut batunya warna abu-abu, tetapi yang dekat pantai lebih berwarna. Entah mengapa….Ohya, masih banyak rumput laut di pinggir pantainya..lembut seperti jelly dan yang sudah kering, seperti nori kata Kalila.

Dari pantai kita berjalan menyusuri pantainya untuk ke amusement parknya. Langsung naik ferris wheel. Wuihhh..pengalaman mendebarkan sepanjang hari itu. Karena ternyata ferris wheelnya terlihat sangat tua dan keropos :)) Sepanjang putaran kita berdzikir dan berdoa semoga selamat. Alhamdulillah cuma satu putaran dan langsung lompat turun 😀 Masih jauh lebih terawat Dufan. Ketika di atas, Kaysan melihat Choo Choo Train dan mau naik. Kalila tidak mau, karena sudah siang dan hampir waktu makan dan tidur, maka kita berpisah. Kalila dengan Ayah, Kaysan dengan Bunda. Kaysan naik Choo Choo Train Alice cup dan Kalila naik helikopter terbang.

Selesai itu langsung berjalan menyusuri jalan yang sama dan pulang naik Bus yang sama. Karena Kalila tidur dalam gendongan Bunda dan Kaysan tidur dalam gendongan Ayah, jadi di bus banyak yang memberi duduk. Alhamdulillah….

sampai rumah, diletakkan ditempat tidur malah pada bangun ;-P Akhirnya Bunda cepat-cepat masak sup dumpling untuk makan siang dan kembali tidur setelah makan siang 😀

Foto-foto lengkapnya nanti diupload di flickr aja deh. Disini ya fotonya

Iklan