Tag

Di cerita sebelumnya Bunda cerita kalau Kaysan hanya deman ringan. Tetapi lesu dan tidak mau makan. Hari ketiga Kaysan demam tinggi. Awalnya 38.9 lalu 39.5. Diberi Tempra turun sebentar dan kembali naik sampai 40.5. Bunda cuma bisa ngasih minum dan ngompres sambil ngedoain biar turun panasnya.

Bunda panik banget..mana ayah dapat kasus severity 4 yang berarti top urgent dan tidak bisa ditinggal. Akhirnya pukul 17.45-an Ayah pulang dan ikutan panik. Bunda dan Ayah telp Uncle Steven, temen baik ayah yang orang Dalian asli untuk diajak menemani ke Rumah sakit dimana kita tahu kendala bahasa akan jadi masalah. Rekomendasi kantor kita pergi ke rumah sakit terbesar di Dalian, kebetulan istrinya temen kerja ayah kerja disitu juga dan pas masuk malam itu. Subhanallah, Allah Maha Mengatur segalanya. Jadi kita kesana berlima dengan Uncle Steven. Sampai sana, benar-benar tidak ada yang bisa bahasa Inggris. Uncle Steven yang mengurus semuanya. Dari mulai daftar, sampai selesai pulang. Kaysan dicek suhunya 39.1. Langsung masuk ke Emergency Pediatric. Disitu ngantri banyak banget anak yang sakit kayak Kaysan. Menurut Uncle Steven, kalau musim semi banyak yang sakit kayak Kaysan karena suhunya sering drop. Dokternya bisa bahasa inggris sedikit-sedikit. Menurut dokternya, kaysan terkena pneumonia. Jadi kita harus cek darah buat memastikannya. Setelah cek darah Kaysan diinfus buat dikasih obat. Kita menolak dirawat karena percuma juga..ga ada yang ngerti bahasa inggris. Akhirnya Kaysan dua hari berturut-turut datang ke Rumah Sakit untuk diinfus.

Mau ambil foto Kaysan lagi diinfus ga tega banget…:(

Alhamdulillah ada Uncle Steven juga..karena Bunda baca form pendaftarannya aja ga bisa ..:))

Form Pendaftaran

Pengalaman deh buat Bunda dan Ayah….Dalian itu dingin banget karena dia terletak di daerah teluk, jadi ketika angin berhembus bisa membuat suhu jadi makin dingin. Kaysan dan Kalila harus pakai baju rangkap 3 kalau keluar rumah saat musim semi ini dan kalau musim salju, dimana bisa sampai -25 lebih baik diam didalam rumah atau pulang ke Jakarta…hahahaha..

Anyway…berasa banget harus bener-bener mandiri…di negeri lain yang ga ngerti bahasanya dan sendirian….baru deh berasa “Hanya Allah sebaik-baiknya Penolong”

Hari ini Kaysan sama sekali tidak panas, mulai mau makan dan mulai bawel berantem sama Kalila 😀

Iklan