Judulnya ngikutin QN nya si BunBun

Sebenarnya sih emang sudah lama juga ya kegiatan ini dilakukan. Namun, apa daya (halah) baru sempet diceritain.

Mba Mira yang awalnya ngajakin bikin batik ini dan Alhamdulillah tempatnya tidak jauh dari rumah Nini. Dan bersyukur lagi karena BunBun, ayah Tito n Alma mau kerumah dulu untuk menjemput dan mengantar..hehehe

Adik Kaysan tidak ikut karena waktunya tidur siang dan sepertinya belum cocok untuk ikut membatik dengan malam yang panas itu.

Proses membatik yang dilakukan Kalila lebih banyak dilakukan Bunda karena dia asyik bermain ayunan, jungkat-jungkit dan sebagainya. Setidaknya dia sudah pernah tahu kalau bikin baju batik tuh ya begini 🙂

Proses nya :
1. Kain polos digambar dengan cetakan yang sudah disediakan. Kalila memilih gambar Helikopter.

2. Kain dimasukkan kedalam bulatan (seperti untuk crosstich) agar kainnya menjadi kencang dan siap digambar dengan malam.

3. Ambil canting dan mulai menggambar mengikuti pola. Ternyata walaupun sudah ada pola, tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang malamnya menumpuk disatu sisi, sehingga garisnya tebal. Belum bagian yang seharusnya tidak terkena malam, malah ketetesan malam. wuiihhh…..

4. Setelah itu diberikan parafin panas sebagai garis tepinya. Yang ini dibantu om dan tante dari Rumah Batik karena parafin mendidih bahannya.

5. Lalu bagian celup mencelup deh..Pertama mencelup ke larutan pembangkit warna. Lalu ke larutan pewarna sesuai yang diinginkan. Untuk memudahkan, kita hanya menggunakan satu warna saja. Kalila memilih Merah. Pink sih sebenarnya..tapi tidak ada 🙂

6. Setelah selesai dicelup, dimasukkan kembali kedalam air panas mendidih untuk merontokkan malam yang bersisa.

7. Cuci bersih dan dijemur deh…

Sebelum kering kita sudah pulang karena Kaysan sudah bangun, Kalila dan Alma sudah ngantuk plus Ayah Tito ada panggilan kerja.

Bikin batik ternyata membutuhkan keahlian, ketelitian dan kesabaran. Jadi pantas dong kalau batik dihargai mahal ^_^

Iklan