Halah..judulnya melow banget ya ?

tapi itu yang terjadi sekarang dengan Kalila dan Kaysan. Ayah sudah berangkat ke Cina sejak tanggal 15 Desember kemarin. Bunda lupa nyimpen baju bekas pakai ayah (resep orang tua).

Ayah pergi pagi-pagi dan kita semua mengantar sampai ayah naik Taksi. Kalila malam sebelum ayah berangkat semalaman memegang tangan ayah dan akan terbangun jika ayah beranjak dan melepaskan pegangannya. Kaysan sudah diberitahu, namun entah mengerti atau tidak.

Hari ke-empat ayah di Cina, Adik ikut bicara di HP n tidak mau berhenti. Akibatnya dia uring-uringan semalaman. Bangun jam 1 malam dan tidak tidur sampai jam 3.30 pagi

Hari ke-lima Kalila pagi-pagi memeluk Bunda sambil menangis dan berkata “Aku kangen Ayah”. Akhirnya Bunda dan Nini menghibur sambil menceritakan kenapa kita baru menyusul nanti dan berdoa bersama. Tapi sore-sorenya dia bilang sakit perut dan muntah-muntah. Ditanya kenapa ? ga tau. Ditanya mau apa, jawabnya “Mau ke Cina”. Sampai akhirnya malam-malam ngingau dua kali memanggil-manggil ayah.

Kalila cukup terhibur dengan chatting sama ayah. sekalian dia melancarkan kemampuan menulisnya. Baca sih cepet, nulisnya yang lama.

Semoga surat-surat ayah segera selesai dan cuaca disana cukup bersahabat biar kita bisa kesana secepatnya…

We miss U ayah..a lot..

Iklan