Benar-benar menggambarkan rumah kita sekarang. Dahulu, Bunda kalau mau kedapur suka takut ada kecoa. Bunda itu parno banget sama Kecoa. Masih lebih berani ngeliat tikus daripada kecoa.

Sekarang..dapur sudah dirapihkan dan ditutup saluran pembuangan yang banyak kecoanya. Lantainya sudah diganti dengan ubin yang tidak licin.

Sebenarnya yang ingin Bunda ceritakan adalah betapa Bunda ingin kita semua, terutama anak-anak Bunda betah jika berada dirumah. Mau bikin rumahnya juga children friendly

Jadi. dapur dirapihkan dan semua barang berbahaya ada di dapur dan ditutup dengan pintu kasa. Ruang tengah hanya diisi dengan rumah-rumahan yang terbuat dari bekas kardus mesin cuci plus perosotan anak-anak. Mereka bisa main apa saja disana. Bahkan sepeda pun bisa masuk jika rodanya sudah dicuci sebelumnya.

Jika sebelumnya Bunda melarang Kaysan mencoret dinding, maka sekarang, terserahlah. Bunda berpikir itu tidak berbahaya. Dahulu, Kalila Bunda beri tahu untuk menulis dikertas, dia menurut saja. Lain halnya dengan Kaysan. Senang sekali mencoret di media yang berbeda-beda. Sprei, tembok, sofa Nini, kusen, pintu, lantai, dsb.

Setelah Bunda perbolehkan menulis dimana saja, Kalila berkata “Asyik…aku tidak pernah punya kertas sebesar ini” sambil menggambar garis yang besar sekali di tembok.

Semoga ini membuat mereka bahagia dan membawa pengaruh positif ya Kakak dan Adik.

Kamar Mandi juga diganti lantainya karena sudah mulai bolong-bolong dan sering keluar cacing dan kelabang plus pintunya tidak bisa ditutup karena kayunya lapuk.

Bunda menyerahkan semua pemilihan lantai, warna dinding dan aksesoris pendukunya kepada Kalila dan Kaysan. Kalila memilih Warna merah untuk dinding shower , Lantai kamar mandi yang menyerupai batu dan shower curtainnya yang bergambar Donald Duck. Kaysan memilih Ikan untuk ditempel di dinding.

Ketika Nini datang, dengan bangga Kalila mengumumkan bahwa ini semua dia yang pilih

Iklan