Kalila suka sekali memotret dengan kamera dari Om Sakir yang dia klaim sebagai miliknya karena Om Sakir bilang itu buat Kalila πŸ™‚

Pengetahuan Kalila tentang kamera itu juga sudah lumayan banyak. Dia bisa menyalakan dan mematikan, Mengganti flashnya, melihat hasil foto, merubah menjadi video, mengetahui indikator baterai dan memory card, menghapus hasil foto.

Melihat kakak sering foto-foto ternyata Kaysan juga mau ikutan. Alhamdulillah Nini punya satu lagi kamera. Jadi deh Kaysan pakai kamera Nini. Tapi..karena Nini takut kameranya jatuh dipegang Kaysan, akhirnya tali kameranya digantungkan dibaju Kaysan dengan bantuan peniti bayi. btw, penitinya itu Nini simpan dari jaman Bunda bayi lho πŸ™‚

Kalila dan Kaysan sempat saling memotret satu sama lain. Sayang, yang dari kamera Nini belum bisa ditransfer.

Ohya, Kaysan juga belajar lho agar bisa memotret dengan benar. Pertama dia memotret asal. Untuk dapat memencet tombolnya saja sudah membutuhkan effort yang besar dari Kaysan. Ketika dia lihat hasilnya tidak sesuai harapan, Kaysan malah marah-marah sambil bilang de..de..de..dan menunjuka fotonya. Akhirnya Bunda katakan untuk diam tidak bergerak dulu sampai selesai memotret. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya Kaysan bisa juga mengambil foto yang dia mau, walau terkadang masih terpotong sedikit objeknya. Kaysan juga sudah bisa menyalakan dan mematikan kamera.


Terus bereksplorasi ya Nak !

Iklan