Tag

Bunda sedang membaca-baca entry blog yang dulu-dulu…dan menyadari perubahan pengertian Bunda tentang HomeSchooling (HS) atau sekarang Bunda lebih suka menyebutnya HomeEducation (HE)

Berawal ketika Kalila berusia dua tahun dimana ketika itu Bunda berpikir sudah saatnya Kalila masuk sekolah. Tapi Bunda ingin sekolah yang kegiatannya hanya bermain. Setelah dapat yang OK menurut Bunda, ternyata kita pindah rumah ke BSD. Untunglah sekolah Kalila yang itu membuka cabang di BSD. Setelah mencoba sekolah disana, ternyata Kalila tidak suka dengan auntie dan uncle yang mengajar disana.Hunting lagi deh sekolah di sekitar rumah. Alhamdulillah dapat satu yang dekat dan Bunda suka dengan cara bermainnya. Setelah trial, Kalila suka, tapi Bunda tidak. Kenapa ? Pertama karena biaya masuk dan bulanannya yang luar biasa. Kedua karena Bunda melihat gurunya kurang perhatian sama Kalila (Di sekolah mana juga ga ada yang gurunya merhatiin satu murid aja kan?), jadi Bunda menaruh harapan terlalu tinggi jika Kalila akan diperhatikan oleh gurunya.

Ada hal lain lagi yang membuat Bunda berpikir ulang. Contohnya begini : Diruang kelas bawah ada 4 sudut. Sudut menggunting, bermain clay, bermain cat dan bermain air. Kalila senang sekali bermaincat dan air. Gurunya memanggil dan menyuruh Kalila untuk mencoba yang lain. Kalila bilang sama Bunda “I just want to play with the water”.Harusnya tidak apa-apa kan jika saat itu Cuma mau main air, tapi semua murid harus mencoba semua sudut. Dan ketika sudah waktunya pulang, harus selesai deh, padahal hanya 20 menit bermainnya. Lalu Bunda jadi berpikir. Buat saja seperti ini dirumah. Dengan uang yang sama, Bunda bisa buat yang sama bahkan bisa dipakai oleh Adik juga dan Kalila bisa main kapanpun dia mau.

Jadi Bunda memutuskan Kalila tidak akan pergi ke pre-school manapun karena Bunda akan membuat rumah seperti pre-school itu dan Kalila bisa main kapan saja. Lagi mencari bahan-bahan buat “bikin pre-school” dirumah, Bunda Dinar kirim-kirim postingan tentang HE. Wah..kayak dapet berkah gitu deh…oh..ternyata ada ya HE. Dengan pengetahuan yang masih terbatas pada HE pre-school, Bunda langsung terjun bebas buat HE dan masih terpikir untuk masukin Kalila ke TK.

Setelah menjalani dan membaca-baca artikel tentang HE, Bunda jadi tahu kalau HE ternyata bisa sampai jenjang pendidikan manapun. Berdasarkan pengalaman Bunda sekolah di gedung sekolah pada umumnya dan tidak menyenangkan plus sampai lulus SMU pun Bunda tidak mengetahui mau ambil kuliah apa. Jadi Bunda berniat meng-HE-kan Kalila dan Kaysan sampai SMU.

Masalah ijasah biasanya yang pertama dikhawatirkan, malah Bunda tidak pusing. Yang menjadi kekhawatiran Bunda adalah tidak bisa mengajarkan pelajaran SMU seperti matematika, kimia, fisika, dll. Ternyata dengan HE dari usia dini, InsyaAllah semua itu tidak perlu dikhawatirkan karena diharapkan Kalila dan Kaysan akan menjadi pembelajar mandiri yang akan mencari tahu sendiri apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Bagaimana caranya,dengan tetap memelihara rasa ingin tahu mereka dan menyediakan berbagai sumber pembelajaran yang bisa diakses oleh mereka. Dan ternyata dengan semangat HE itu Bunda pun tidak keberatan mempelajari lagi apa yang dulu Bunda tidak suka di sekolah

Awalnya ayah hanya menjawab “terserah Bunda” ketika Bunda tanya tentang HE. Lama kelamaan Bunda ajak ayah agar mengerti HE dan mau membantu Bunda menerapkannya untuk Kalila dan Kaysan. Karena HS kan memang butuh dukungan seluruh keluarga.

Ohya, Nini dan Bapak sih tidak keberatan, malah mendukung setelah tahu kalau ijazahnya tidak masalah. Karena Nini juga merasakan ada yang salah ketika Bunda, Auntie, n Uncle sekolah dulu. Papi dan Mami mungkin tidak terlalu keberatan juga karena tidak protes juga dan tidak bertanya juga HE itu apa.

Sekarang jika ditanya sampai kapan Kalila dan Kaysan mau HE ? Sampai mereka bisa memutuskan apa yang mereka suka jalani dan apa yang mereka mau tanpa terpengaruh oleh orang lain.

Semoga semua itu bisa terwujud ya…..

Iklan