Awal terapinya Kaysan ada disini.

Setelah diterapi enam kali, Bunda memutuskan untuk berhenti diterapi disana. Kenapa ?

Pertama karena lokasi jauh sekali dari rumah. Kita harus berangkat pagi-pagi agar tidak terjebak macet. Berangkat pukul 06.00 sampai sana pukul 07.00 sementara terapi mulai pukul 08.00. Namun jika Bunda berangkat 06.30 sampai sana pukul 08.00 lewat, jadi terlalu lama menunggu Kaysannya.

Kedua karena disana Kaysan diterapi dengan dua terapis. Masing-masing dengan metodenya sendiri-sendiri dan mereka mengharapkan Kaysan perlahan-lahan untuk bisa sendiri dalam ruangan tanpa didampingi Bunda. Menurut Bunda, dengan dua terapis dan dua teori berbeda tentu akan membuat bingung Kaysan dan Bunda tidak mau meninggalkan Kaysan jika dia memang tidak mau Bunda keluar ruangan. Mereka beralasan untuk melatih kemandirian. Buat Bunda kemandirian tidak harus dilatih dengan meninggalkan Kaysan berdua dengan terapisnya.

Akhirnya berbekal melihat cara terapisnya melatih dan kertas panduan memijat Bunda mencoba melatih sendiri dirumah.

Yang Bunda lakukan adalah :

1. Memijat wajah Adik Kaysan tiap bangun tidur untuk mengurangi liur yang keluar tidak terkontrol.
Cara pijatnya sebagai berikut Pijat kearah luar daerah pipi. Lalu pijat dari dagu hingga pelipis. Dilanjutkan dengan atas bibir kearah bawah dan bawah bibir kearah atas. Lalu ujung bibir ditekan-tekan lembut. Bawah dagu dipijat. Semua gerakan sebanyak 5 hitungan. Dan Bunda juga menggunakan minyak kelapa saat memijat.

2. Tidak memberikan benda yang Kaysan mau tanpa menyebutkan namanya.
Biasanya jika ingin sesuatu, dia akan bilang “dada (Bunda) a..a,,atau eh..eh..” dan Bunda mencoba mencari tahu apa yang dia mau dan memberikan benda itu padanya. Sekarang Bunda harus mencoba menyebutkan dulu dan Kaysan berusaha meniru apa yang Bunda bilang. Alhamdulillah Kaysan mulai mau mencoba dan menambah beberapa kata baru.

3. Melatih konsentrasi Adik dengan membaca buku bersama-sama. Biasanya jika Bunda dan Kakak membaca buku, Adik hanya melihat sebentar dan mengambil buku baru. Begitu seterusnya, sehingga tidak ada satu buku yang pernah diselesaikan Adik. Sekarang Bunda berikan bertahap buku-buku tipis dan Adik duduk bersama Bunda untuk menyelesaikan membaca bukunya.

Semakin hari Bunda semakin sadar bahwa tanpa Bunda sadari memang Adik Kaysan kurang stimulasi dari Bunda. Dahulu Kakak setiap mandi Bunda sebutkan satu-satu anggota badannya sambil menyabuni, Adik ? awalnya saja. Bunda sering sekali berdansa sambil menggendong Kakak. Adik ? Hanya beberapa kali. Dan masih ada beberapa lagi. Maafkan Bunda ya Dik, jika itu memang membuat Adik lebih sulit bicara

Semoga Bunda, Ayah, Kalila dan Kaysan bisa sama-sama belajar…
Semangat !!!

Iklan