Hari ini adalah hari terakhir di Jepang. Ga kerasa banget, kayaknya baru Sabtu kemarin datang, eh udah Sabtu lagi dan besok pulang.

Hari ini kita mau jalan ke Harajyuku. Pusat anak muda yang berpakaian aneh dan lucu. Hari ini Amisa akan menemani Kalila jalan-jalan. Marisa tidak bisa ikut karena ada latihan balet.

Kalila senang sekali bermain dengan Amisa. Mereka berbicara dengan dua bahasa yang berbeda, tiga malah. Kalila kadang Indonesia kadang Inggris, Amisa bahasa Jepang. Bernyanyi ABC di kereta sampai ribut dan didengar orang-orang. Jalan pun mereka harus berpegangan tangan.

Sampai di Harajyuku mereka langsung jalan ke Tamagochi. Tempat anak-anak membeli segala macam benda printilan. Amisa membeli gantungan HP, Kalila mau ikutan. Tapi karena dia belum punya HP, jadi Bunda sarankan untuk memilih yang lain. Akhirnya dia pilih ikat rambut.

Amisa membeli semua sendiri, sampai membayar juga dilakukannya sendiri, Kalila juga jadi ikut-ikutan membayar sendiri. Semenjak datang ke Jepang, Kalila selalu mau bilang Arigatou kepada semua kasir ketika kita membeli sesuatu.

Kalila selalu bertanya kepada Amisa, nandeska ? maksudnya apa ini ? Padahal Amisa ga lagi megang apa-apa. Jadi bingung deh Amisanya dan mereka tertawa-tawa lagi

Setelah anak-anak kecil selesai belanja, giliran orang dewasa yang jalan. Kita jalan dan melihat-lihat di sepanjang jalan Harajyuku. Banyak baju-baju yang lucu dan orang-orang yang bergaya tidak biasa. Senangnya dimana tidak ada pelecehan. Ga mungkin deh orang jalan disuit-suit in kayak di Jakarta.

Menjelang waktu makan siang, kita semua makan di Jonathan’s. Karena rombongan kita ada sebelas orang, jadi agak lama juga menunggu dapat meja. Selesai makan dan tidak lupa berfoto, langsung menuju Akihabara.

Ternyata di statiun Harajyuku kita harus menunggu 40 menit karena ada kecelakaan kereta. Kalau menurut Bu Ning dan Sakir, biasanya sih karena ada orang bunuh diri di rel, jadi harus dievakuasi dulu. Pernyataan resminya cuma “Accident”. Selama menunggu itu Kalila dan Amisa bernyanyi dan berdansa bersama. Main petak umpet dibalik tembok, dan hal-hal menyenangkan lain.

Sampai di Akihabara perempuan menunggu di depan deretan toko-toko, sementara laki-laki melihat-lihat barang-barang elektronik.

Selesai dari sana, Kalila ingin melihat Tokyo Tower, karena dia sudah pernah melihat pajangannya dirumah dan sudah Bunda ceritakan tentang Tokyo Tower. Amisa ingin ikut juga bersama Kalila.

Sampai di Tokyo Tower ternyata antriannya panjang banget. Amisa tidak mungkin ikut karena Tante Harue telah menunggu untuk bertemu Amisa di Gotanda. Akhirnya Bunda tanya Kalila, apakah dia mau naik ke Tokyo Tower bersama Bunda atau pulang ke Gotanda bersama Amisa. Jawaban Kalila setelah berpikir keras adalah…Aku mau sama Amisa aja deh. Aku udah lihat kok Tokyo Tower.

Ketika mau pulang, tiba-tiba Om Kiky telepon dan mau menjemput kita di Tokyo Tower. Sambil menunggu Om Kiky, kita berfoto-foto dulu.

Om Kiky datang bersama Tante Harue dan Marisa. Langsung deh Marisa turun dari mobil dan berfoto bersama.

Perjalanan dilanjutkan ke hotel kita di Gotanda. Tapi Bunda mau membeli beberapa bumbu masak jepang di Tokyu. Ketika di Tokyu, Om kiky dapet panggilan dari kantor sebentar, jadi kita pulangnya jalan kaki. Jalan kaki disana sangat menyenangkan..selain udaranya segar, jalannya juga bagus.

Ke empat sepupu itu sempet-sempetnya foto-foto dalam Tokyu strore. Kalila sedih ketika mau pulang. Dia bilang, aku mau tinggal disini saja, ga mau pulang ke BSD..

Iklan