Marisa dan Amisa adalah sepupu Kalila dan Kaysan. Anaknya Om Kiky dan Tante Harue. Tante Harue itu orang Jepang, jadi mereka tinggal di Jepang. Di Kawasaki tepatnya.

Hari Kedua kita di Jepang, kita mau ke Gunung Fuji, tapi sebelumnya main kerumah Marisa dan Amisa dahulu dan diundang minum teh dirumah Ayah dan Ibunya Tante Harue.

Dirumah Marisa dan Amisa, Kalila senang sekali, main berempat dan belajar balet dari Marisa dan belajar berenang dengan Amisa. Mari dan Ami juga unjuk kebolehan main piano, Kalila dan Kaysan bagian jogetnya.

Setelah main sebentar, kita langsung menuju rumah Ayah dan Ibunya Tante Harue. Kita mangginya Ottosan, Okaasan juga dan neneknya tante Harue yang akan berumur 101 di Bulan Juni nanti. Neneknya masih sehat, masih memasak sendiri, mandi sendiri, pokoknya semua sendiri. Katanya, beliau suka melihat Indonesia di TV, kalau masih kuat ingin main ke Indonesia.

Disana kita disuguhkan makanan yang cantik dan manis. Ternyata buat makanan itu ada ilmunya sendiri lho. Berwarna-warni dan bentuknya lucu banget. Buat Bunda rasanya manis banget, tapi Nini suka sekali, karena Nini memang suka cemilan yang manis-manis.

Banyak juga sih makanan lucu lainnya yang ada. Dan di Jepang, sedingin apapun cuacanya minum air putihnya selalu dingin. Kalau mau yang hangat ya Teh hijau Jepang yang rasanya agak pahit getir gitu.

Dari rumah Ottosan dan Okaasan kita langsung meluncur ke Fujiyama bersama Om Sakir dan Bu Ning. Tante Harue, Marisa dan Amisa tidak ikut karena Marisa mau latihan balet.

Perjalanan lumayan jauh dan lama juga, untung banyak cemilan di mobil. Ga jauh-jauh dari makan ya ?

Sampai di Fujiyama ternyata hanya dibuka sampai lantai empat dari lima lantai yang ada karena kabut tebal. Disana dingin banget dan bersalju. Kalila dan Kaysan senang sekali bermain salju pertama mereka. Kalila bahkan langsung bikin Snow Angel yang merupakan keinginan nya yang terpendam. Alhamdulillah tercapai ya Kak….

Ada jalan menuju lantai 3, kalo tidak salah, aspalnya jika dilewati mobil akan terdengar nada-nada sehingga memperdengarkan lagu. Keren deh ! Jadi kalau lewat situ mobil akan berjalan pelan sehingga bisa menikmati alunan musik yang terdengar. Kok bisa ya ?

Puas bermain salju kita makan siang soba di restoran sekitar Fuji, tapi sebelumnya mampir dulu ke toko barang-barang bekas disana. Tas-tas LouisVuitton, Gucci, dsb dijual murah. Barang yang dijual pasti asli, karena barang tiruan dilarang masuk ke Jepang. Kita ga beli apa-apa disana karena emang ga niat belanja. Eh, beli SD card deng buat kamera yang cepet penuh melulu memorinya.

Perjalanan pulang dari Fujiyama sangat lama karena itu kan hari Minggu, jadi macet. Layaknya penduduk Jakarta yang berlibur ke Puncak. Untunglah semua teratur, ga ada yang nyerobot, jadi ga sebel-sebel amat.

Foto lengkapnya ada disini

Iklan