Alhamdulillah liburan kali ini kita sekeluarga bisa jalan-jalan ke Jepang. Rame-rame sama Nini, Bapak, Auntie dan Uncle. Persiapan udah dimulai dengan ngurusin visa di Kedutaan Jepang, yang ternyata persyaratannya agak ribet dan selesainya juga 4 hari kerja. Sebenarnya salah oknum orang Indonesia juga sih yang pernah memalsukan cap KBRI Tokyo untuk surat rekomendasi dan banyak orang Indonesia yang over stay untuk bekerja di Jepang. Jadilah dibuat ribet. Om Kiky, adiknya ayah yang bekerja di KBRI Tokyo memberikan surat rekomendasi juga untuk memudahkan pengurusan visa kita semua.

Setelah visa keluar, kita langsung deh membuat jadwal perjalanan selama kita disana. Untuk transportasi, karena kita berencana keluar kota naik Bullet train alias Shinkansen, jadi kita menggunakan JRPass.

Yang bikin bingung adalah transportasi dari rumah ke Airport Soekarno Hatta karena pasukan kita terdiri dari 6 dewasa, 2 anak, 3 koper besar, 5 koper kecil dan 2 stroller. Sampai BigBird yang Elf aja ga muat . Akhirnya dua mobil deh.

Tanggal 16 April 2010 kita berangkat dengan Garuda Indonesia. Pukul 16.00 meluncur dari rumah karena pesawat take off pukul 20.40. Sampai Airport sekitar pukul 18.30. Langsung check-in dan sholat Magrib dan Isya. Habis itu makan malam dan mengurus bebas fiskal plus imigrasi.

Diruang tunggu Kalila dan Kaysan bermain dengan teman baru mereka. Namanya Yaya, dia mau ke Osaka dan umurnya 3 tahun. Semua informasi ini didapat dari Kalila yang mengobrol dengan Yaya tanpa didampingi Bunda

Karena pesawat kita transit dulu di Denpasar, jadinya agak kesulitan juga sih membawa anak-anak yang mengantuk turun pesawat untuk kemudian naik lagi. Sepanjang perjalanan Alhamdulillah Kalila dan Kaysan tidak rewel. Kalila mau duduk sama Nini, jadi Bunda sama Kaysan dan Ayah.

Dipesawat diberikan makanan sekitar jam 05.00 pagi WIB, jadi perut masih belum nerima banget deh makanannya. Kalila dan Kaysan juga belum mau sarapan, akhirnya cuma minum susu aja terus mereka lanjut tidur lagi.

Sampai di Narita pukul 08.50, dua jam lebih dulu dibanding Jakarta. Ketika ingin berangkat, Om Kiky bilang suhu di Tokyo sekitar 15-20 derajat kok, jadi bawa jaket tipis aja. Ternyata ketika mendarat Kalila langsung berseru “Nini, kok hujannya tidak kayak di Jatiwaringin sih ?” Oh..oh..ternyata hujan salju dan suhu dilaporkan 1 derajat celsius Alhamdulillah Kalila dan Kaysan memang bawa jaket tebal, tapi Bunda dan Ayah tidak, untung Om Kiky, Tante Harue n Bu Ning sudah menyiapkan jaket pinjeman .

Sempat tersendat di imigrasi ketika petugas imigrasi Jepang salah memasukkan data Bunda dan Ayah. Foto ayah,dimasukkan data Bunda dan sebaliknya.

Begitu imigrasi dan bea cukai selesai, langsung disambut Om Kiky dengan mobil nya yang buesar dan cukup untuk mengangkut kita semua dan barang-barang.

Karena belum bisa check-in di hotel, akhirnya kita langsung menuju Asakusa. Disana ada Sensoji Temple dan banyak toko-toko sepanjang jalan menuju kekuilnya. Kita makan cemilan, namanya lupa, kayak kue moci tapi digoreng, dalemnya kacang merah.


Ketika kita disana Alhamdulillah pas ada parade, orang-orang pake kostum lengkap berjalan kearah kuil. Kaysan dan Kalila senang sekali melihat kostumnya. Mungkin karena berwarna cerah ya..

Habis dari Asakusa kita makan siang nasi, tempura udang dan sayuran terus langsung check-in dan tidur di hotel sampai pagi

Foto-foto lengkap ada disini

Iklan