awalnya takut dan tidak mau melepaskan ayah


mulai berani dilepas


berani menenggelamkan kepala

Awalnya karena kita membaca buku “Tini Les Berenang” Kalila menjadi tahu tentang les berenang. Dan ketika Bunda bertanya apakah Kalila ingin mengikuti les berenang langsung disambut antusias oleh Kalila.

Akhir Desember kemarin Bunda dan Kalila menyempatkan untuk berkunjung ke kolam renang dekat rumah dan bertanya-tanya dahulu dengan pelatihnya.

Menurut pelatihnya tidak ada batasan usia dalam memulai les berenang. Asalkan anaknya tidak takut air, jika mandi tidak takut rambutnya basah dan terakhir akan lebih mudah jika sudah berani menenggelamkan kepalanya ke air di kolam.

Sebelum memulai les berenang, sepekan sebelumnya Kalila berenang bersama Ayah. Awalnya Kalila takut tapi pelan-pelan Ayah mengajari menahan nafas dan semua kepalanya masuk kedalam air.


awal latihan bersama Pak Munir, pelatih renangnya

Pertama Kalila diajarkan untuk menggerakkan kakinya ketika diair. Ohya, Kalila senang sekali ketika ia memakai kacamata renang.

Sudah bisa menggerakkan kaki, dia berenang bolak-balik dua kali dengan sambil memeluk pelatihnya.

Selanjutnya Kalila tidak boleh memeluk lagi, dicoba untuk hanya memegang tangan Pelatih dan menggerakkan kaki. Sudah bisa baru berganti ke papan seluncur.

Awalnya diletakkan dibawah dada, tangan Kalila pegang ujung papan. Eh, lama-lama malah turun ke tengah papan, hihihi..

Setelah gerakan kaki dinilai bisa, lanjut ke menghembuskan nafas dalam air. Kalila mau menenggelamkan kepalanya dan menghembuskan nafas didalam air, malah seneng karena ada gelembungnya.

Setelah menggabungkan gerakan kepala sambil nafas dan gerakan kaki, kakak mulai lupa. Kaki gerak, lupa nafas, kalo nafas kaki lupa gerak. Hahahaha…

Setelah kurang lebih satu jam berlatih, karena hujan, maka berhenti sampai disitu dulu. Selasa pekan depan InsyaAllah ketemu lagi

Iklan