Bunda dulu sekolah dari TK, SD sampe SMU ya disekolah biasa. Duduk dikelas dengan teman-teman dan mendengarkan guru mengajar dari awal sampai akhir.

Jaman dulu perbedaan antara sekolah negeri dan swasta tidak sesignifikan sekarang sepertinya. Bunda selalu masuk sekolah negeri dari SD sampai SMU.

Di TK ada kejadian yang Bunda masih inget sampai sekarang. Setiap hari belajar membaca “Ini Ibu Budi” sampai Bunda hafal sekali. Suatu hari Bunda disuruh maju dan mengeja tulisan itu. Langsung saja tanpa mengeja Bunda teriak “Ini Ibu Budi” Gurunya bilang “Dieja Gita” Bunda bilang “Aku sudah hafal Bu Guru”

SD Bunda di SD negeri dekat rumah Nini. Di SD ini memang banyak hal yang menurut Bunda tidak adil buat anak SD. Kelas 4 mengadakan paduan suara. Bunda Percaya Diri sekali untuk ikut. Ketika menyanyi tiba-tiba wali kelas bilang “Gita, kamu keluar, suaranya fals !”. Saat itu malu banget dan sampai sekarang Bunda jadi tidak pernah mau bernyanyi lagi.

Ketika PR datang bertubi-tubi, Bunda pasti “bertengkar” dengan Nini karena Bunda harus selalu mau selesai karena takut dihukum jika tidak selesai. Sementara Nini berpendapat, kalau tidak mampu ya sudah tinggalkan saja. Biar besok gurunya yang menjelaskan.

Sampai akhirnya dipanggillah guru privat. Bunda lebih banyak mengerti jika diajarkan oleh guru privat itu. Bahkan beliau tidak pernah menertawakan ketika suatu hari beliau datang dan Bunda dengan PD nya bilang kalo Bunda telah menemukan rumus untuk menghitung keliling persegi panjang dan minta dicatat di Guinness Book hanya karena merasa mampu menyederhanakan persamaan p+p+l+l menjadi 2 (p+l)

Ohya, di SD itu NEM Bunda terbaik ke 8 dengan nilai matematika sempurna alias 10. Tapi ada cerita di balik angka 10 itu yang belum pernah Bunda ceritakan sama siapa-siapa.

Ketika Ebtanas Matematika, Bunda bisa menyelesaikan hampir semua soal. Hanya 1 yang tidak bisa. Tak disangka ternyata guru pengawas membacakan kunci jawaban untuk setengah soal Matematika itu. Ketika pengawas itu menyebutkan jawabannya, Bunda sekalian mengecek ternyata jawaban Bunda sama semua dengan yang disebutkan. Untungnya..soal yang Bunda tidak bisa jawab termasuk dalam setengah soal yang dibacakan jawabannya itu. Tanpa ragu langsung deh dibuletin. Ternyata dapet 10. Kebayang ga seeh..dulu aja udah ada yang curang gitu..apalagi sekarang ya ?

Dengan NEM yang lumayan tinggi Bunda dapat masuk ke SMP favorit dan lagi-lagi guru privat menyelamatkan Bunda dari pelajaran-pelajaran itu. NEM yang lumayan juga membuat Bunda bisa masuk SMU favorit. Tapi di SMU ini Bunda merasa bebas dan tidak perlu belajar. Disini masa Bunda merasa sudah cukup jadi anak manis disekolah dan mulai kabur dan bolos dari sekolah.

Nini bilang “Boleh bolos, tapi harus dirumah. Boleh kabur, tapi pulang ke rumah” Emang Bunda ga suka sama sekolah tapi cinta rumah, jadi harus pulang kerumah ya tidak masalah.

Nini tidak marah Bunda tidak suka sekolah cuma Nini tidak tahu aja kalo ada HE. Kata Nini “Kalau tahu HomeSchooling dari dulu pasti anak-anak ibu ga akan dimasukkin sekolah”

Masih banyak sebenarnya pengalaman “buruk” disekolah dalam hal pendidikan akademis ya..kalo pertemanan sih pastinya asyik.

Dengan pertimbangan itu juga Bunda ingin anak-anak Bunda mendapatkan pendidikan yang terbaik dengan guru privat yang pasti sayang sama muridnya

InsyaAllah

Iklan