Sebenarnya terlewat satu kunjungan karena Bunda lupa menuliskannya. Pada kunjungan ke 4 bulan lalu, Kalila Alhamdulillah naik 500 gr karena Bunda memberi enzimnya tidak selang satu hari. Sementara Adik Kaysan BB nya tetap karena memang tidak diberi apa -apa karena kan dokternya memutuskan untuk tidak dikasih apa-apa pada episode 3 disini.

Selanjutnya untuk sebulan kedepan, Kalila diberikan enzim dengan dosis diselang sehari. Kaysan pertamanya dokter menganjurkan untuk diberi Ajuven. Ajuven diberikan karena dokter suspect adik mengidap TBC. Langsung Bunda bilang kalau Adik kan sudah negatif ketika di tes Mantoux. Itu mungkin saja karena ketika di Test daya tahan tubuhnya lagi baik dan mampu bertahan ketika ditest. Lalu dokternya bertanya lagi “Kan tidak responsif Kaysan diberi enzim?”

Langsung deh Bunda bilang “Dok…Kaysan itu belum pernah dikasih enzim” Dokternya bilang “ooooo”

Bunda langsung pikir “Wah..kebanyakan pasien ya Dok..Lain kali Bunda harus benar-benar mengingatkan Dokter nih.”

Ya sudah kalau begitu Kaysan dikasih enzim dulu dan dosisnya selang sehari (sama seperti Kakak)

Sebulan berlalu dan hasil dari enzim itu adalah :
Kaysan naik 900 gr
Kalila tidak naik sama sekali

Karena itu Kalila di test Mantoux. Ketika Kaysan ditest Mantoux sama sekali tidak ada bekas. Namun Kalila tangannya memerah. Bunda langsung deg-deg an banget. Langsung deh dibawa kedokter. Dokter langsung mengambil penggaris dan mengukur diameter lingkaran merah ditangan Kalila. Diameternya 1 cm.

Lalu dokternya berkata “Jika suntikan BCG berbekas dikulit, maka diameter 1 cm dianggap negatif. 1.5 cm baru positif” Alhamdulillah Kalila negatif karena kulitnya memang sensitif dan BCG nya berbekas dikulit.

Kaysan enzimnya diselang 2 hari selama 2 minggu dan selang 3 hari selama 2 minggu berikutnya.

Semakin kesini Bunda merasa semakin yakin kalau anak-anak Bunda InsyaAllah tidak kenapa-kenapa kok 🙂 semoga…

Iklan